18.6.06

Bintang di Langit

Photobucket - Video and Image Hosting

Gambar di atas diambil dari jendela kamarku di waktu malam, tampak salah sebuah sudut kota Kuala Lumpur dari kejauhan. Kota ini tetap terang di malam hari karena banyaknya lampu-lampu penerang jalan yang tersebar. Belum lagi kemilau benderang Menara Petronas yang juga dapat tampak dari tempat tinggalku sekarang. Hmmm... boleh dikatakan bahwa kota ini menderita polusi cahaya yang cukup parah. Polusi jenis ini memang tidak membayakan kesehatan makhluk hidup, namun bagi orang yang suka menikmati malam, memandang taburan kemilau bintang di langit, polusi ini membuat hal tersebut tidak dapat lagi dinikmati.

Sama halnya dengan penderitaan para astronom di Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung. Mereka pun mengeluh karena amat susah meneropong bintang di waktu malam karena meningkatnya polusi cahaya yang disebabkan banyaknya pemukiman penduduk di sekitar observatorium.

Mungkin salah satu cara menikmati malam adalah pergi berkemah di gunung. Ini pengalamanku ketika mengikuti camping DMM ITB di Gunung Salak, Bogor, lebih dari 3 tahun lalu. Ketika tiba waktunya tidur malam, kemah kelompok kami hanya mampu memuat 3 orang di dalam, padahal kelompok kami berjumlah 5 orang. Maklumlah, kemah sudah penuh dengan ransel-ransel besar yang cukup menyita ruang. Akhirnya aku bersama salah seorang teman dari Fisika Teknik 2000, Ferry, memilih tidur diluar kemah dengan berselimutkan kantung tidur dan beratapkan langit. Beruntung ketika itu tepat bulan purnama, jadi keadaan di luar pun cukup terang. Taburan cahaya bintang pun terlihat sangat jelas... walaupun kita tidak tahu apakah bintang-bintang itu masih ada ataukah tidak, karena cahaya bintang baru tampak di bumi setelah menempuh ribuan hingga jutaan tahun lamanya. Boleh jadi pula bintang itu hidup ketika dinosaurus masih menghuni planet ini. Walau hawa sangat dingin menusuk tulang, tapi mataku tetap terpaku menatap langit... hingga perlahan-lahan pun aku tertidur.

No comments: